Pages

10/04/2013

My PI

Kali ini saya ingin menulis tentang PI (Penulisan Ilmiah). Setiap mahasiswa baik yang mengambil D3 maupun S1 di Universitas Gunadarma (gundar), pasti akan mendapatkan tugas untuk membuat PI atau dikampus lain biasa disebut Tugas Akhir (TA). Isinya tentang laporan dan steb-by-step penelitian kita terhadap suatu pembuatan / inovasi dibidang / jurusan yg kita ambil. Kalian bisa saja membuat PI tentang pembuatan website, pembuatan software, atau sistem.

Nah, PI yang sedang saya buat  adalah sebuah aplikasi untuk Platform Android berjenis aplikasi Augmented Reality. Android sendiri adalah sistem operasi open-source yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. sedangkan, Augmented Realty adalah teknologi untuk memasukkan benda maya kedalam realitas atau dunia nyata. Ide awal muncul dari sebuah film animasi berjudul Summer Wars. Didalam film animasi ini ada sebuah sistem bernama OZ didalam sistem bahasa tidak menjadi penghalang bagi para penggunanya dalam berkomunikasi karena telah terdapat sistem penerjemahan bahasa yang canggih. Maka mulailah saya mencari informasi lebih tentang sistem penerjemahan bahasa. Bermula ketika saya membeli sebuah smartphone Android dan tidak lama mengikuti seminar tentang Augmented Reality. Saya mulai merancang algoritma agar saya dapat menerjemahkan kanji dari bahasa Jepang. Terbayang oleh saya ketika pengguna cukup mengarahkan kamera smartphone ke arah sebuah kalimat atau kata yang mengunakan huruf bahasa Jepang kata tersebut langsung diterjemahka atau terganti dengan bahasa si pengguna. namun karena keterbatasan saya dalam ilmu maka saat ini PI yang saya buat hanya dapat menerjemakkan simbol yang berdiri sendiri(tunggal) dan terbatas pada bentuk font serta warna huruf dan background.

yah, kira-kira seperti itulah PI yang sedang saya buat. masih banyak kendala yang saya temui dalam pembuatannya. saya berharap dapat menyelesaikan PI ini tepat waktu dan segera sidang, biar cepat lulus hehehe.

Nopol Ganjl Genap ? Ini opini saya

Sebenarnya saya agak segan kalau membahas tentangn kebijakan pemerintah biasanya saya tidak terlalu peduliwalaupun agak kontra juga, entah hal ini masih wacana atau bagaimana ? yang nantinya bakal dibuat dan ditetapkan dalam bentuk Perda, karena selama saya tahu aturan ini hanya awalnya aja hangat, belakangnya hambar banget, apalagi kalau diterapkan di Jakarta.



Kembali ke akar permasalahan nopol genap & ganjil kalau saya amati bisa berbagai macam aspek yang perlu mendapat perhatian
  1. Kemungkinan penjualan motor maupun mobil bakal tambah laris manis dan bisa pesan nopol, kalau dulunya kendaraan pertama nopolnya ganjil maka kendaraan kedua nopolnya genap,  malah ada kecendrungan Bangsa ini jadi konsumtif,

  2. Buat Konsumen yang punya duit banyak, enak bisa beli apapun dengan mudah malah bisa pesan nopol resmi namun kalau buat perekonomian yang lemah bisa babak belur ambil contoh tukang ojek yang memiliki kendaraan motor pribadi bisa-bisa dia beli nopol palsu yang banyak tersebar dijalanan, kecuali tukang ojeknya nyewa kendaraan perhari mungkin ini bisa disiasati hari senin sewa kendaraan nopol ganjil, hari selasa sewa motor yang pakai nopol genap. belum lagi hal ini melebar ke masyarakat umum misal ibu rumah tangga, anak pelajar, mhs, pekerja dll yang juga menggunakan kendaraan bermotor , pasti bakal lebih komplek permasalahannya.

  3. Tingkat pengawasannya berat kalau menggunakan nopol ganjil dan nopol genap, apalagi kalau kendaraan lagi high speed, apa iya sanggup mengawasi nopol setiap harinya dari ribuan pengendara yang berlalulintas di jalan Ibukota.

  4. Jangan lupa ada hitungan pajak progresif buat motor yang memiliki lebih dari satu, repotnya lagi kita punya motor 2 yang nomornya ganjil, bisa jadi dach kita mampir lagi ke dealer mau nyari motor lagi,  lalu hitungan pajak progresifnya dijamin mantap (bakal meningkat) 

  5. Masalah pembatasan jadwal jam berlakunya nopol ganjil & genap misal diterapkan ala three in one tetap aja gak bisa jadi solusi, apalagi kita tahu jam-jam padat di jakarta itu jam berapa saja, pada akhirnya ketemu macet juga kok


Memang sulit sich kalau menentukan solusi masalah kemacetan di jakarta apalagi industri otomotif terus berkembang pesat, penduduk yang semakin padat dan mobilitas para pengguna kendaraan semakin tinggi.

Namun sepanjang ketidaknyamanan, keamanan, tarif yang terjangkau dll yang ada di sektor transportasi tidak segera dibenahi dengan baik, sampai kapanpun hal ini tidak akan bisa menuntaskan kemacetan di Jakarta